Manajemen Sekolah

     Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa dilihat dari beberapa faktor sebagai indikator kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah. Kepala sekolah dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengelola berbagai komponen sekolah untuk mencapai tujuan sekolah yang dirumuskan. Kepala sekolah menunjukkan fungsinya sebagai dua peran besar yaitu peran sebagai manajer dan peran sebagai pemimpin.
Manajemen sekolah merupakan tindakan pengelolaan dan pengadministrasian sekolah. Manajemen sekolah berarti memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah meliputi perpustakaan, laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah.

Manajemen berbasis sekolah

Manajemen berbasis sekolah adalah model pengelolaan yang memberikan otonomi yang lebih besar kepada kepala sekolah, memberikan fleksibilitas kepada sekolah, mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah.

Manajemen berbasis sekolah adalah model pengelolaan sekolah dengan memberikan kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung sehingga sekolah memiliki tanggung jawab dalam menentukan program-program sekolah. MBS merupakan bentuk reformasi desentralisasi yang mendorong adanya partisipasi demokratis.

Fungsi Manajemen Sekolah

Fungsi manajemen sekolah adalah untuk  Ini memberi sekolah kebebasan dan kekuatan yang besar dan memegang berbagai tanggung jawab. Dengan mengelola sumber daya  sesuai dengan kondisi lokal dan secara mandiri mendelegasikan tanggung jawab untuk mengembangkan strategi school management, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru dan memungkinkan guru untuk fokus pada lebih banyak tantangan. Manajemen school menekankan partisipasi maksimal dari berbagai pemangku kepentingan. Sekolah mandiri memastikan keterlibatan  staf, orang tua, siswa, dan masyarakat  luas dalam mengembangkan keputusan  pendidikan. Peluang untuk berpartisipasi  dapat meningkatkan komitmen Anda terhadap sekolah. Selain itu, aspek-aspek tersebut mendukung efektivitasnya dalam mencapai tujuan sekolah pada akhirnya. Fungsi school management Dengan pengelolaan masyarakat dan pengawasan pemerintah, tata kelola sekolah  lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta menghilangkan monopoli  pendidikan.

Manajemen Sekolah Dasar
      Manajemen merupakan kekuatan utama di dalam setiap organisasi yang mengoordinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai sistem untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen dapat didefinisikan sebagai proses yang berbeda terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengontrolan, penentuan, dan pemenuhan tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan orang-orang dan sumber daya yang lain.
Sekolah dasar adalah sebuah organisasi sosial yang mempunyai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan utama sekolah dasar memberikan pendidikan yang berkualitas kepada pesera didik di sekolah dasar. Sekolah dasar juga mempunyai sumeber daya sendiri, yaitu terdiri dari finansial, material, dan fisik.
Manajemen sekolah dasar merupakan kegiatan mengola atau mengatur sekolah dasar. Berarti penggunaan orang-orang dan sumber daya- sumber daya yang lain untuk mencapai tujuan sekolah dasar tersebut. Manajemen sekolah dasar mempunyai dua aspek, yaiu manajemen internal dan manajemen eksternal.
Manajemen internal sekolah dasar meliputi pengakuan, manajemen erpustakaan, laboratorium, bangunan, serta sumber daya fisik dan material lainnya, sumber daya keuangan, ujian dan promosi, hubungan dengan kolega dan siswa, dan sebagainya. Manajemen eksternal dasar meliputi hubungan dengan masyarakat, departemen dan orang-orang, sera pihak-pihak yang berhubungan dengan penetapan dan fungsi sekolah.
Di dalam manajemen sekolah sebaiknya terdapat keseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas. sebagai suatu ilmu, manajemen sekolah berkaitan dengan alasan terjadinya suatu fenomena. Sebagai sebuah seni, manajemen sekolah berkaitan dengan cara terjadinya suatu fenomena. Manajemen sekolah menekankan tidak hanya pada prinsip ilmiah, tetapi manajemen sekolah berdasarkan intuisi, pengalaman, dan pancaindra. Ruang lingkup manajemen sekolah sangat luas, yaitu meliputi elemen-elemen perencanaan, penganggaran, pengorganisasian, pengarahan, pengontrolan, pengoordinasian, pembuatan keputusan, evaluasi, serta kegiatan-kegiatan dan program-program.
Faktor-faktor yang berperan didalam kegiatan di sekolah dasar adalah infrastruktur, administrasi, dan kinerja. Dari ketiga faktor tersebut, infrastrukur merupakan persyaratan mendasar dari sebuah sekolah. Infrastruktur sebuah sekolah yang harus dipelajari yaitu berkaitan dan kecukupan, ketersediaan, dan kegunaan. Pemeliharaan infrastruktur yang ditangguhkan meliputi pemeliharaan yang diperlukan untuk membuat fasilitas sekolah berada di dalam kondisi yang baik. Sekolah dasar yang efektif dicerminkan karena adanya penampakan fisik yang positif dari sekolah tersebut di mana perbaikan dilakukan secara cepat.
Masalah-masalah yang umum berkaitan dengan infrasruktur sekolah dasar dalam penampakan fisik yang tidak menarik, terlalu banyaknya jarak pada kebanyakan bangunan, kurang baiknya pengaturan gedung disertai dengan perlegkapan yang tidak sesuai dengan pembelajaran yang modern, dan kurangnya akses untuk orang-orang yang berkebuuhan khusus. Prinsip-prinsip di dalam merencanakan sekolah dasar adalah: kecukupan kurikulum, keselamatan dan kesejahteraan, koordinasi interfungsional, efesiensi dan kesatuan, keindahan, adaptabilitas, dan ekonomis.
Tujuan utama sekolah adalah untuk berkontribusi terhadap pendidikan siswa. Proes pembelajaran merupakan pusat dari kegiatan sekolah. Tujuan dari manajemen sekolah harus memajukan dan membantu proses pembelajaran. Guru-guru memiliki kontribusi khusus terhadap manajemen sekolah dasar. Peran manajemen dari kepala sekolah yang akan memainkan peranan utama di dalam memformulasikan menetapkan kebijakan, mengelola staff dan sumber daya, dan memonitor kemajuan yang telah dicapai.
Kerangka manajemen adalah serangkaian hubungan dan tanggung jawab di dalam sebuah organisasi. Manajemen setiap sekolah dasar melibatkan seluruh pegawai di sekolah dasar tersebut pada tingkatan yang signifikan. Tanggung jawab ini harus dilaksanakan di dalam karangan yang diciptakan di bidang kurikulum, penilaian, dana manajemen sekolah dan guru-guru di dalam sekolah tersebut. Pencapaian target akan dicapai dengan program pengajaran dimana persoalan, keahlian, dan proes yang dibutuhkan untuk diajarkan kepada siswa dengan kemampuan dan kematangan yang berbeda-beda. 

Komentar