Manajemen Pendidikan

RUANG LINGKUP MANAJEMEN PENDIDIKAN 

Manajemen pendidikan pada dasarnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan melalui proses bidang pendidikan. Bidang pekerjaan dalam manajemen pendidikan mencakup semua kegiatan yang menjadi saran untuk mendukung proses pembelajaran mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah set. Lingkup manajemen pendidikan menurut Baharuddin (2010:55) antara lain sebagai berikut: 
1. Manajemen Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Manajemen kurikulum adalah sistem manajemen atau pengaturan kurikulum secara kooperatif, komprehensif, sistematis dan sistematis dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan atau sasaran kurikulum pendidikan. Kegiatan manajemen kurikulum yang paling penting adalah (sebuah) kegiatan yang berkaitan erat dengan tugas guru; dan (b) kegiatan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar
 2. Manajemen Personalia Manajemen personalia adalah serangkaian proses kolaboratif mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan di bidang kepegawaian dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien sehingga semua personel sekolah berkontribusi secara optimal terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Personil sekolah meliputi guru, dan pegawai lainnya. Tenaga sekolah dapat dibedakan menjadi tenaga kependidikan dan non-pendidikan a) tenaga kependidikan terdiri atas: pendidik, pengelola satuan pendidikan, pengawas, pengawas, peneliti, dan pengembang di bidang pendidikan pustakawan, asisten laboratorium, teknisi sumber belajar, dan guru; b) tenaga pengajar terdiri dari pada supervisor, guru dan pelatih; dan c) manajer unit pendidikan terdiri dari kepala sekolah, direktur, ketua, rektor, dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah.
 3. Manajemen Mahasiswa Manajemen kemahasiswaan adalah upaya mengorganisir peserta siswa dari masuk sampai mereka lulus dari sekolah, dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta siswa. Tujuan dari manajemen mahasiswa adalah mengatur kegiatan siswa agar kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran agar dapat berjalan lancar, tertib dan teratur serta dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi manajemen peserta Pendidikan merupakan wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik dari segi individualitas, sosial, aspirasi, kebutuhan atau potensi. 
4. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan suatu kegiatan bagaimana menata dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Secara umum, proses kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana meliputi perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventaris, penghapusan dan pengaturan. Proses ini penting agar pengadaan fasilitas dan infrastruktur yang tepat sasaran dan efektif dalam penggunaannya. 
5. Manajemen Keuangan/Pembiayaan Pengelolaan keuangan/pembiayaan merupakan rangkaian kegiatan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi dan bertanggung jawab atas pengelolaan dana yang transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan keuangan yang baik di dalam lembaga akan meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Dengan ketersediaan biaya, pencapaian tujuan pendidikan lebih produktif, efektif, efisien dan relevan dengan kebutuhan akan segera terwujud. Adapun sumber pembiayaan dan pembiayaan di a sekolah/madrasah, dapat dikelompokkan secara luas menjadi tiga bagian yaitu a) pemerintah, baik pemerintah pusat serta pemerintah daerah yang bersifat umum atau khusus dan dimaksudkan untuk tujuan pendidikan; b) orang tua atau peserta didik; dan c) masyarakat, baik mengikat maupun tidak.
6. Manajemen Administrasi Administrasi secara etimologis berasal dari bahasa latin yang terdiri dari : dari kata "iklan dan" pelayanan. Kata-kata itu dalam bahasa Bahasa Inggris memiliki arti yang sama “ad = to”, “administrate = to melayani/melakukan”, yang berarti melayani, membantu atau langsung. Administrasi dalam perspektif manajemen terlihat memiliki peran penting sebagai "prevoyage" atau kemampuan melihat masa depan. Artinya administrasi dianggap mampu melihat keadaan masa depan dan memiliki kesiapan untuk menghadapinya. Bentuk hubungan administrasi dengan manajemen pendidikan melihat kegiatan kepala sekolah sebagai pengambil keputusan dan bertanggung jawab penuh atas keputusan/kebijakan yang dibuat. mengklasifikasikan administrasi pendidikan menjadi beberapa bagian itu a) administrasi sekolah; b) administrasi personel guru dan staf sekolah; c) administrasi kemahasiswaan; d) penyelenggaraan supervisi pengajaran; e) administrasi pelaksanaan dan pengembangan kurikulum; f) administrasi pendirian dan perencanaan infrastruktur sekolah; dan g) hubungan sekolah dengan masyarakat.
7. Manajemen Hubungan Masyarakat Humas adalah fungsi manajemen yang diselenggarakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap publik, menyesuaikan kebijakan dan prosedur badan atau organisasi untuk memperoleh pemahaman dan dukungan masyarakat. Kegiatan Humas di sekolah saja tidak cukup menginformasikan fakta-fakta tertentu dari sekolah, melainkan juga harus menyebutkan beberapa hal di antara mereka a) laporan tentang pemikiran yang berkembang di masyarakat tentang masalah pendidikan; b) bantuan Kepala sekolah bagaimana mencoba untuk mendapatkan bantuan dan kerja sama; c) menyusun rencana tentang cara mendapatkan bantuan; dan d) membantu pimpinan karena tugasnya tidak dapat secara langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak yang membutuhkan. Untuk melaksanakan tugas-tugas ini, Humas yang efisien harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut. a) Objektif dan resmi, informasi yang dikeluarkan tidak boleh bertentangan dengan kebijakan yang diterapkan. Berita yang disampaikan harus berupa suara resmi dari instansi atau lembaga yang bersangkutan; b) Suatu organisasi yang tertib dan disiplin, humas akan berfungsi ketika tugas-tugas organisasi berjalan lancar dan efektif dan memiliki hubungan ke dalam dan ke luar yang efektif juga; c. Informasi harus bersifat mendorong timbulnya keinginan untuk berpartisipasi atau berpartisipasi dalam memberikan dukungan wajar dalam masyarakat; d) Kontinuitas, informasi kehumasan harus diupayakan agar publik memperoleh informasi secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan; dan e) Respon yang muncul di kalangan masyarakat adalah umpan umpan balik dari informasi yang disampaikan harus mendapatkan perhatian penuh.
8. Manajemen Layanan Khusus Layanan khusus adalah bisnis yang tidak secara langsung berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas, tetapi khusus diberikan oleh sekolah kepada siswanya agar mereka lebih optimal dalam melaksanakan proses pembelajaran. Jenis layanan khusus di institusi pendidikan terdiri dari a) perpustakaan sekolah, perpustakaan di sekolah yang dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang berkaitan dengan tujuan utama membantu sekolah untuk mencapai tujuan tertentu dan tujuan pendidikan secara umum; b) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), UKS merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, yang gilirannya menghasilkan status kesehatan siswa yang optimal; c) Kafetaria/Warung/Kantin, tujuan pengadaan kantin sekolah adalah untuk menyediakan tempat yang terjamin untuk berbelanja makanan kebersihan dan makan bergizi; d) Tempat Ibadah/Masjid; dan e) Satuan Pengamanan Sekolah (Security).

Komentar